Selasa, 12 Juni 2012

Interview dengan mbak Retna - Editor JP Book Kids



Beberapa minggu lalu saya dan  Rena -- berkunjung ke kantor Jawa Pos Lama di daerah Karah- Surabaya untuk menyerahkan naskah buku anak Hanoman... dan sedikit bertanya-tanya seputar penerbitan dan pembuatan buku anak. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, sambil berbisnis urusan tugas terpenuhi.. Hihi... Selain itu, kami ingin mengetahui tanggapapn mengenai bidang children book ini dari sudut pandang editor. Yang menyambut dan menerima kami pada saat itu adalah mbak Retna Mashita, editor JP book Kids. Salah satu bagian JP Book yang khusus menangani penerbitan buku anak. Mbak retna orang yang sangat menyenangkan, baik dan sabar dalam menjawab pertanyaan kami. Wawancara kami berlangsung sekitar 2 jam, dan banyak sekali wawasan baru yang kami dapat dari sana. Bagi teman- teman lain yang ingin membuat buku anak, baca terus ya~


Apa saja jenis buku anak yang sudah diterbitkan oleh JP Book Kids?

Buku dongeng, fabel dan buku media pembelajaran untuk PAUD. Seperti buku aktifitas untuk TK A dan TK B, kemudian buku-buku anak yang diluar digunakan di TK seperti buku seri sahabatku. Lalu ada juga dongeng bunda dan ananda, tujuannya mendekatkan bunda dan ananda saat membaca. Lalu pada saat ramai-ramainya tentang peningkatan karakter anak, kita sudah punya buku seri, salah satunya berjudul "Kancil - Dongeng anti Korupsi". Kemudian ada juga seri mewarnai dan lain-lain. Sebenarnya JP Book termasuk masih baru dalam menerbitkan buku untuk anak - anak, dan ternyata respon pasar pun positif sehingga sejauh ini kami merasa buku – buku kami cukup sukses di pasaran.


Apa yang diharapkan publisher terhadap author buku anak terutama yang bertema sains?

Untuk sementara ini JP Book menerima segala konsep buku anak bertema sains, karena JP Book berada dalam tahap pengembangan untuk pemproduksian variasi buku untuk anak – anak.


Mengapa sebelum seorang author buku anak mengirimkan karyanya, JP Book meminta contoh gaya gambar author tersebut?

Dari buku anak, kan yang paling menonjol adalah gambar sama ceritanya. Kita dari pihak redaksi jika ingin menyelami contoh karya yang dikirim, biasanya kita meminta calon penulis kita untuk mengirimkan contoh. Cukup mengirimkan judul buku, karakter gambar 1-2 halaman saja , terakhir beri sinopsis. Setelah itu 1-2 halaman contoh karya dibawa ke rapat. Di dalam rapat tersebut ada redaksi, marketing, bagian desain, managerial dan keuangan. Apabila bagian redaksi setuju dengan cerita, bagian desain menyukai layout dan karakter ilustrasi dan sebagainya, bagian marketing menilai apakah buku ini layak jual, atau sudah terlalu banyak di pasaran, terakhir bagian keuangan memperhitungkan harga yang diminta atau ditawarkan. Apabila hasil rapat menyetujui konsep dan gaya gambar, author dapat melanjutkan membuat buku hingga selesai. Kita memberi PO atau purchase order, PO ini semacam deal bahwa konten yang akan dikerjakan sudah disetujui dari segi harga, jumlah halaman, dan isinya apabila ada revisi dikerjakan sesuai dengan deadline yang sudah diberikan sesuai kontrak kerja.


Berdasarkan riset, anak – anak lebih menyukai karakter yang ada di kehidupan sehari – hari dan karakter dari kartun atau acara televisi yang sudah ada, apakah benar?

Anak-anak memang menyukai karakter yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Mereka kurang suka dengan karakter yang memiliki bentuk dan karakter yang terlalu jauh dari yang sudah mereka kenal.


Gaya gambar seperti apakah yang populer untuk buku anak pada saat ini?

Sebenarnya tidak ada gaya gambar yang benar-benar populer, misalnya saat ini banyak buku yang menggunakan ilustrasi menggunakan 3D atau clay toys. Kami mengira itulah tren saat ini, ternyata tidak. Gaya gambar yang ada di pasaran saat ini adalah bentuk kreasi dari penerbit atau penulis. Selain itu menurut riset, ada anak-anak tertentu yang menyukai kontras tinggi dan yang menyukai garis tebal, sementara yang lain menyukai warna pastel. Belum ada pakem sebenarnya untuk gaya gambar yang populer di pasar.


Apakah bisa jika seorang author ingin menawarkan gaya gambar yang berbeda dari gaya gambar yang sudah marak di pasaran?

Sangat Bisa, kami sangat bersemangat untuk mengeluarkan buku dengan visual dan konsep yang beraneka ragam.

Bagaimana pemilihan objek visual untuk buku anak bertema sains?

Kami menyerahkan sepenuhnya kepada author atau ilustrator yang membuat, yang penting masih sesuai dengan anak-anak, tidak mengandung kekerasan dan gambar-gambar yang menggangu. Hal lain yang perlu diperhatikan apabila memasukkan foto yang diambil dari internet author harus mencantumkan sumber.

Bagaimana porsi teks / cerita terhadap gambar dalam penyusunan buku anak yang baik?

Sebaiknya teks dalam buku anak tidak terlalu panjang dan rumit. Cukup 2-3 kalimat dalam satu halaman. Yang penting adalah bagaimana anak bisa mencerna dan memahami tiap halaman agar materi yang disampaikan. Bahasa jangan terlalu kaku agar anak tidak bosan.


Bagaimana kondisi pasar terhadap dua jenis konsep penyusunan buku anak (kumpulan cerita dan buku tunggal)? JP Book ebih memilih konsep yang mana? Mengapa?

JP book terbuka untuk buku kumpulan cerita dan buku tunggal, namun dari segi profit, lebih menguntungkan buku tunggal berseri. Karena jika isi buku terlalu komplit nanti konsumen cukup hanya membeli 1 jenis buku.

Bagaimana quality control terhadap buku dengan konsep penyusunan kumpulan cerita yang melibatkan beberapa author dan illustrator yang berbeda?

Biasanya author yang mengajukan atas nama tim yang memang berisikan beberapa ilustrator dan author. Kami meminta kepada satu orang dari tim untuk bertanggung jawab menyatukan dan menyelaraskan gaya gambar dan isi.

Apakah author memiliki andil dalam penentuan jenis bending, bentuk, ukuran buku, jenis cover, kertas dan material pembentuk buku?

Untuk jenis kertas dan penjilidan ditentukan berdasarkan pasar yang dibidik oleh pihak marketing yang sesuai dengan karakter buku tersebut, author tidak memiliki andil dalam pemilihan material dan proses cetak


Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan sesuai melalui buku bergambar untuk anak – anak?

Yang perlu diperhatikan adalah materi dan bahasa yang digunakan harus sesuai dengan anak-anak. Jangan terlalu kaku dan harus santai agar anak tidak merasa bosan. Selain itu harus meyusupkan nilai-nilai moral dalam setiap materi. Karena untuk anak usia ini adalah fase pembentukan karakter, jadi sebisa mungkin menyusupkan nilai-nilai kebaikan di dalam materi.

Apakah perlu untuk menyesuaikan materi yang akan di angkat dalam buku bergambar sains dengan kurikulum yang ada?

Author dapat membuat sebuah buku anak yang sesuai kurikulum atau lepas, selama ada benang merah, atau kesatuan pembahasan materi dalam satu buku.

Apa saja peran editor saat menyunting naskah buku anak? Sebatas pemakaian bahasa atau breakdown materi?

Editor pasti melakukan sunting bahasa pada sebuah buku anak, apabila ada bahasa yang terlalu rumit dan bertele-tele, atau kesalahan terlalu banyak editor dapat merombak tulisan tersebut sesuai dengan sinopsis yang sudah dikirimkan oleh author.

Bagaimana cara kita mengetahui bahwa materi yang author tawarkan dapat dipahami oleh pembaca anak – anak?

Author dapat melakukan sampling untuk mengetahui anak-anak dapat memahami materi di dalam buku. Atau cara yang mudah diamati apabila sampling atau anak yang diberikan buku dapat menceritakan ulang dengan benar isi buku kepada orang lain.

Siapa saja target audience yang disasar JP Book dalam penerbitan buku anak?

Target audiens sudah pasti si anak, tapi yang memutuskan pembelian sudah pasti orang tua anak. Jadi dari segi visual, gaya gambar yang menarik digunakan untuk mempersuasi anak agar membaca, dan konten atau isi agar orang tua membelikan buku tersebut.

Bagaimana posisioning buku anak di mata konsumen?

Kebanyakan memperlalukan buku seperti buku bacaan, apabila selesai dibaca disimpan. Beberapa mengumpulkan dan mengkoleksi buku-buku anak.

Apa saja bentuk – bentuk pemasaran yang dilakukan dalam memasarkan sebuah buku terutama buku bergambar untuk anak - anak?

Pemasaran yang dilakukan adalah penjualan langsung di toko buku modern dan indomaret. Selain itu pengadaan event-event seperti lomba dongeng yang harus membeli buku-buku dongeng berjudul tertentu dari JP book. Ada pula event yang diadakan oleh PAUD sekaligus launching buku. Media promo lain adalah iklan di media koran Jawa Pos dan brosur serta katalog.

Bagaimana keadaan kompetitor buku anak sains di pasaran ?

Selama ini penjualan buku anak selalu bagus karena konsumen anak-anak tidak pernah habis, tiap tahun pasti anak anak yang dilahirkan. Jadi pasar buku anak ini tidak terbatas.

Bagaimana cara mengetahui apakah sebuah buku dinilai sukses dipasaran?

Buku yang sudah mengalami cetak ulang beberapa kali dalam tahun pertama berarti sukses.

Bagaimana apabila terdapat buku – buku yang dijual secara obral Kalo sampai di obral itu, apakah publisher dan author mengalami kerugian?

Sedikit bocoran nih ya... Bisnis buku adalah bisnis yang walaupun buku sudah di diskon 50-75% penerbit masih untung 100%. Apabila buku disimpan digudang, maka penerbit akan dibebani oleh biaya sewa gudang, selain itu ada kemunkinan buku rusak karena lembab, rayap, dan sebagainya. Lebih murah kalau buku diobral atau dijual murah.



sumber: dokumentasi pribadi
Bagaimana, teman-teman ada yang tertarik membuat buku anak? atau mau colab dengan saya? silakan komen atau PM saja~ :3

Selasa, 05 Juni 2012

Review - Little Yellow Duck and The Big Idea



The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you'll go. -- Dr. Seuss

Post kali ini dibuka dengan kutipan menarik dari Dr. Seuss yang menyuruh kita agar banyak-banyak membaca. Dengan banyak membaca, semakin banyak ilmu kita, semakin banyak kita tahu, dan semakin banyak materi dan topik untuk ditulis di blog ini..heheh.. bercanda. Sayang sekali post kali ini bukan tentang bagaimana memperoleh ide-ide besar saat sedang buntu atau blank. Bukan juga cara bagaimana proses kreatif membuat buku anak, tapi mungkin bisa jadi ide bagi teman-teman. 

Sumber : Behance.net


Sebenarnya saya tidak sengaja menemukan 'buku anak' ini dari buku literatur Design Matters penerbit Rockport.  Judulnya "Little Yellow Duck and The Big Idea"- a story for children and bright marketing folks.  Hem.. Buku anak tentang marketing? Ternyata bukan. Itu adalah sebuah promotional media berupa brosur dari sebuah Creative Consultancy di Wales dan Inggris bernama Littleyellowduck.









Menurut buku Design Matters tadi, sebuah brosur itu bukan hanya kumpulan informasi tentang sesuatu, tetapi juga memiliki sebuah narasi, atau bahkan story teller. Narasi dalam sebuah brosur disini maksudnya bisa didapatkan dari lipatan, layout, dan sebagainya. Ternyata tidak tanggung-tanggung, biro desain Little Yellow Duck ini membuat sebuah narasi dalam bentuk buku cerita bergambar sebagai media promo berbentuk brosurnya. Brosur ini dibuat mirip sekali dengan sebuah buku anak, mulai dari ilustrasi, karakter, lay out, tipografi dan bahkan cara penyampaian konten yang dibuat semirip mungkin dengan buku anak yang hanya mengggunakan satu hingga dua paragraf pendek di setiap halamannya. 

Cerita yang ada di dalam brosur ini sendiri sangat menarik. Sesuai dengan subjudul pada sampul depan yang bertuliskan bahwa brosur ini adalah cerita untuk anak-anak. Cerita si bebek kuning dan businesswoman yang di-ibaratkan sebagai klien bisa diceritakan dengan alur yang menyenangkan dari awal hingga akhir. Cukup menarik bila dilihat sebagai sebuah buku anak biasa. Yang lebih keren lagi menurut saya, jika dilihat dari sudut pandang 'media promosi' karakter bebek kuning sebagai ambassador atau prumpamaan biro desain itu sendiri, dapat menjelaskan secara efektif tentang peran dan apa yang mereka lakukan. Mereka menyampaikan bagaimana cara mereka bekerja dengan cara yang unik. Jika biro yang lain menyampaikan dengan cara lebih persuasif seperti "percayakan desain anda kepada kami" atau "kamilah jagonya membuat desain dengan kualitas dan harga terbaik" dengan tujuan memperoleh klien sebanyak mungkin... Menurut pembuatnya, Lawrence Everard , brosur ini  menyenangkan untuk dibuat, bukan hanya menunjukkan tentang siapa Little Yellow Duck tetapi juga sebagai filter klien seperti apa yang tertarik pada desain mereka. Yang pasti klien yang tertarik dan menyukai brosur ini. Keren yah :3

Sumber: berbagai sumber 



Senin, 04 Juni 2012

Gris Grimly - The Mad Creator!


Kalau kemaren saya sudah menghiasi blog ini dengan aneka ilustrasi buku anak yang ceria, colourfull, dan unyu-unyu seperti buatan Akang  Nonoy, Dr. Seuss, dan lain-lain. Untuk memperluas wawasan kita tentang ilustrasi buku anak, sekarang saya ingin menampilkan ilustrasi buku anak yang gelap dan gloomy. Mungkin yang pertama kali terlintas adalah ilustrasi khas Tim Burton, gothic, gelap, dan indah. Tapi sekarang saya bukan akan membahas tentang Tim Burton. Artist hebat yang saya bahas kali ini adalah Gris Grimly. Seorang ilustrator muda yang saat ini berdiam di Los Angeles, dan sudah berkutan dalam dunia ilustrasi selama 12 tahun. Gris Grimly sudah membuat ilustrasi untuk banyak sekali buku seperti Ilustrasi untuk kumulan prosa Edgar Allan Poe,The Dangerous Alphabet dan Monster Museum, dan membuat ulang atau re-make cerita lain dengan gayanya sendiri. Semuanya dengan visual yang menarik dan lucu khas  ilustrasi buku anak. 

Buku anak yang dibuatnya memang menceritakan kisah "horor" atau kisah seram untuk anak-anak , tetapi tetap sangat menyenangkan untuk dinikmati oleh orang dewasa. Dibawah ini beberapa artwork dari Gris Grimly Wicked Nursery Rhymes seri pertama yang diterbitkan pada tahun 2003 hingga
Wicked Nursery Rhymes seri ke 3 yang akan diterbitkan tahun ini.








Menarik sekali melihat bagaimana Gris Grimly ini membuat buku anak yang tampak menyeramkan tetapi masih sangat terlihat lucu, kekanakan dan polos. Ilustrasinya masih dalam batasan tertentu sehingga Gris Grimly tidak menampilkan visual yang gothic tanpa menjurus ke arah Grotesque. hahaha.. Coba lihat karakter anak yang dibuat oleh Gris Grimly, pipi mereka merona pink imut sekali dan terlihat menonjol diantara tone warna yang suram. Hal menarik lainnya adalah karya-karya Gris Grimly ini dikerjakan secara manual, dengan "media tradisional" menggunakan pensil, tinta dan cat air untuk warnanya. Saat ini banyak sekali buku anak yang diterbitkan, tetapi hanya sedikit yang bisa dibilang 'masterpiece'. Kebanyakan dibuat dengan ilustrasi digital yang 'nanggung'... tapi gapapa, saya juga, berani mencoba membuat buku anak walaupun skill bisa dibilang masih nanggung. namanya juga belajar. Selain buku yang diterbitkan, naskah dan sketsa atau draft layout buku yang dibuat Gris grimly dilelang di Internet lho. Kapan ya bisa menjadi seorang yang sketsa dan doodle-nya saja diframe dan dilelang bagaikan masterpiece...? :P




Selain berkarir sebagai ilustrator, penulis, dan storyteller, Grimly juga sudah membuat beberapa film pendek salah satunya berjudul Cannibal Flesh Riot! Silakan klik link dibawah bila ingin melihat seluruh galeri dan proyek yang sedang dikerjakan oleh Gris Grimly. Gris Grimly baru-baru ini membuat akun di DeviantArt , bagi yang ingin sekedar melihat, mengagumi, ingin bertanya atau belajar, GrisGrimly bersedia menjawab. :3 

Visit Gris Grimly :
Web (flash)

Jumat, 01 Juni 2012

Art of the day

Tidak terasa sudah memasuki pertengahan tahun lagi.. Sudah bulan Juni lagi.. Oiya, Selamat hari kelahiran Pancasila dan Hari Anak Internasional. Semoga nasib seluruh anak-anak di dunia akan berubah menjadi lebih baik. Lebih baik dari puluhan anak-anak yang menjadi korban pembantaian di Al-Huula, Suriah. Hufft.. Let's hope for the best. Bagaimanapun.. Kabar di Kampus Despro jauh lebih baik daripada kabar di Suriah. Salah seorang teman pulang dengan membawa kabar gembira..hahah..  Congrats kepada Deden Faturahman sudah berhasil menjadi juara 1 dalam kategori ilustrasi digital dalam Nirmana Award 2012.

Jadi sebagai teman yang baik *ecie hahaha... Pada post kali ini saya akan me-review karya Deden tersebut. Judulnya Mainanku Kreasiku Pemenang Trophy Gold Nirmana Award 2012




Bagus ya? :3

Style-nya mungkin bukan terlalu berciri-khas ilustrasi buku anak, style-nya rough digital painting khas Deden. Warna yang digunakan adalah warna-warna soft pastel yang berkesan dreamy dan lembut seperti gula-gula kapas. Ilustrasi ini cenderung realis tanpa outline dan mengingingatkan saya pada gaya ilustrasi Claudio Cerri. Secara komposisi dan pemilihan angle juga sangat menarik. Detil pada batik, ekspresi wajah, dan topengnya sangat menarik. Secara visual saya tidak menemukan nilai minus dari ilustrasi ini  (dan ilustrasi Deden lainnya sebenarnya)

Menurutku yang paling menarik dari karya ini yang membuatnya unggul dibandingkan dengan kontestan lain adalah konten dan isi ilustrasi ini yang mampu menangkap kesan kerinduan masa kanak-kanak. Sosok anak dengan kaos kutang, jubah sarung dan celana pendek yang menunggangi kuda lumping dan ditemani oleh mainan masa kanak-kanak tradisional.  Membuat saya rindu dengan masa kanak-kanak saya dulu yang penuh kesederhanaan. Saat kita masih bermasin bersama teman2 di luar rumah, bermain layang-layang, kelereng, gasing, dan perahu dari kulit jeruk. Minggu lalu, saya berniat membuat mainan dari kulit jeruk untuk si Nana, adik saya yang baru mau naik kek kelas 2 SD.. Dengan polosnya dia bertanya "itu apa?" sayapun mengurungkan niat untuk membuat mainan dari kulit jeruk bali itu. Generasi adik saya sudah tidak mengenal mainan-mainan yang ada pada ilustrasi di atas sepertinya...fuhh..

Untuk teman-teman lain yang penasaran dengan karya Deden yang lain, bisa kunjungi web-nya dan Fb-nya ... Semoga setelah melihat teman kita yang sudah berhasil ini memberi semangat bahwa kita juga pasti bisa! :3